FORMULIR PEMESANAN
| NAMA CLIENT | IRFAN. |
| NO WHATSAPP | 0812-1000-5653. |
| LOKASI ACARA |
Aula Rusun Tanah Merah Penjaringan.
|
| PRODUK 1 | PAKET PANGGIH STANDARD. |
| WAKTU ACARA |
Minggu, 06 Desember 2026 — 11.00 WIB.
Estimasi resepsi mulai pukul 12.00 WIB. |
| KODE BOOKING | PM01R00237. |
| RINCIAN |
CPP = ...
CPW = ... ☑ MC upacara adat panggih. ☑ Pemandu adat. ☑ Kembar mayang. ☑ Pisang sanggan. ☑ Nasi kuning prosesi dulangan. ☑ Rujak degan. ☑ Daun sirih + telur + kembang setaman. ☑ Kain sindur. ☑ Perlengkapan kacar kucur. ☑ Peralatan prosesi panggih lainnya. ☑ Rekaman musik pengiring upacara. ☑ Biaya transportasi. |
INVOICE (PEMBAYARAN)
| 1. INVOICE PAKET PANGGIH STANDARD >> | |
| ✔ | DP1. |
| ✖ | PELUNASAN. |
KETERANGAN INFORMASI LAINNYA
|
Vendor = Ibu Martha.
Masih membutuhkan fiksasi vendor yang akan melayani dengan alternatif vendor Ibu Hj. Siti Sudarwati. |
|
1. Pisang Sanggan.
Penyerahan pisang sanggan dari keluarga pria kepada pihak mempelai wanita. Proses penyerahan sanggan ditandai dengan tibanya pengantin pria, yang diapit oleh para sesepuh pria dan dipimpin langsung oleh pembawa sanggan dari rombongan keluarga. 2. Kembar Mayang. Kembar Mayang diserahkan atau dibawa ke hadapan mempelai sebagai simbol bertemunya dua insan yang sah dan lambang kesiapan membangun keluarga. 3. Balangan Gantal. Pengantin saling melempar daun sirih yang diikat benang lawe. Ini menyimbolkan pertemuan pandangan dan kasih sayang yang saling terpaut. 4. Ngidek Tigan (Injak Telur). Mempelai pria menginjak sebutir telur ayam hingga pecah, dan mempelai wanita membasuh kaki suaminya (Wijikan). Ritual ini bermakna kesucian dan kesetiaan istri kepada suami. 5. Junjung Derajat. Melambangkan pengantin pria yang mengangkat atau menopang istrinya untuk berdiri sejajar dengannya, yang bermakna suami akan mengangkat derajat, martabat, dan menjadi pelindung bagi sang istri. 6. Sinduran. Kedua mempelai diselimuti dengan kain sindur merah putih oleh ayah mempelai wanita, lalu dituntun menuju pelaminan. Ini melambangkan perlindungan dan bimbingan orang tua. 7. Bobot Timbang. Pengantin duduk di pangkuan ayah mempelai wanita. Maknanya, kedua mempelai sama-sama dicintai dan memiliki kedudukan yang sama di mata keluarga. 8. Kacar-Kucur. Mempelai pria menaburkan biji-bijian, kacang, dan uang logam ke pangkuan mempelai wanita. Hal ini melambangkan suami yang bertanggung jawab mencari nafkah dan mengelola keuangan bersama. 9. Dulangan (Dahar Khalimah). Kedua pengantin saling menyuapi nasi kuning, menyimbolkan kerukunan dan komitmen saling berbagi dalam susah maupun senang.Sungkeman: Pengantin bersimpuh di hadapan kedua orang tua untuk memohon maaf dan doa restu. 10. Rujak Degan. Kedua mempelai dan orang tua mempelai wanita mencicipi rujak degan, yakni minuman yang terbuat dari serutan kelapa muda dicampur gula merah, sehingga rasanya manis dan segar. Prosesi ini memiliki makna kerukunan dan kebersamaan. Bahwa segala sesuatunya yang manis tidak dinikmati sendiri, melainkan harus dibagi bersama dengan seluruh anggota keluarga. 11. Sungkem. Sungkeman menjadi penutup yang sempurna dari rangkaian panjang prosesi panggih adat Jawa. Pada tahap ini, kedua mempelai akan bersujud di hadapan orang tua mereka sebagai bentuk memohon doa restu sekaligus meminta maaf akan segala kesalahan dan kekhilafan yang pernah dilakukan semasa hidup. Doa yang disematkan adalah berupa pengharapan agar rumah tangga keduanya selalu dilimpahi oleh kebahagiaan yang tak pernah terputus. |
Tags :
Client
Subscribe by Email
Follow Updates Articles from This Blog via Email
No Comments